Reformasi terjadi terlalu cepat. Memanas, meledak, dan
mendingin terlalu cepat. Orang belum sempat introspeksi, apa sebenarnya yang
mau di-reform? Hasilnya adalah perubahan sosial yang juga terlalu cepat,
pergeseran kelas yang terlalu cepat, konstelasi kekuasaan yang berubah terlalu
cepat.
Kelas menengah yang tak terdidik berpolitik melakukan aksi
zig-zag tanpa arah. Tak jelas lagi siapa kawan siapa lawan. Asal bisa bersuara,
jadilah. Esensi politik menyurut menjadi bukan lagi sebagai sistem kekuasaan
melainkan popularitas. Yang suaranya bagus dan namanya populer, jadilah.
Dalam situasi seperti ini kelas artisan memainkan peranan
penting.
Di permainan kartu kita mengenal Joker yang bisa
menggantikan semua kartu dari As hingga angka 2. Karena itu dalam setumpuk
kartu hanya ada 2 joker, selainnya adalah 52 kartu yang memiliki nilai tetap.
Permainan pun menyenangkan karena kemunculan joker yang tak terduga mampu menggugat
status quo di atas meja. Ada faktor kejutan yang tak terduga sehingga membuat
setiap orang menjadi awas.
Apa yang terjadi kalau dalam setumpuk kartu ada joker 10
lembar? Permainan tak lagi menyenangkan.
Dalam cerita kerajaan masa lalu joker adalah pembisik raja,
penasehat raja yang tak berpangkat tapi paling didengar oleh raja. Biasanya
penasehat ini ditempatkan dalam posisi joker, penghibur kerajaan yang memiliki
teman dari prajurit hingga panglima, dari putra mahkota hingga duta negara
tetangga. Joker memiliki informasi sangat luas yang tidak mungkin dimiliki oleh
orang lain, ditambah dengan kematangan dalam menimbang maka nasehatnya menjadi
masukan penting bagi raja. Joker seperti ini adalah joker sejati, 2 joker dalam
setumpuk kartu. Joker intelejen.
Dalam cerita masa lalu juga ada kelas artisan. Tak punya
kematangan, hidup tak teratur, dan nyentrik. Tapi karyanya luar biasa. Jika dia
bermain drama orang akan menangis dan tertawa berganti-ganti. Jika dia menyanyi
orang mendengarkan dengan penuh syahdu. Memandang lukisannya yang tak beraturan
pun orang terpaku dan terpukau. Tapi dengan emosinya yang tak pernah stabil dan
matang nasehatnya sama sekali tak berguna bagi raja. Artisan, 10 joker dalam
setumpuk kartu.
Jika artisan mengambil alih permainan maka kekuasaan akan
menjadi chaos.
Jika popularitas tak dikendalikan maka demokrasi akan
menjadi tak berarti.

0 comments: